The Lodge Maribaya Bandung pada saat Weekend

3:00 pm

THE LODGE MARIBAYA
Awalnya saya sama Sendy sempat memilih tempat wisata murah di Bandung untuk dikunjungi dan akan di share nantinya disini. Yaa.. Sekali-kali kita pengen coba untuk jadi anak hits Bandung lol. Sedikit bingung sih karena tempat wisata murah di Bandung yang wajib di coba itu banyak sekali, kita pun jadi kewalahan harus pilih yang mana. Berbekal keinginan punya foto-foto yang instagram-able seperti mereka-mereka yang fotonya muncul saat saya search location: "The Lodge Maribaya" atau saat saya search hastag: #TheLodgeMaribaya. Akhirnya Sendy pun sebagai driver membawa saya ke The Lodge Maribaya Lembang, Bandung.
Tentang The lodge Maribaya
The lodge Maribaya is a tourist destination offering camping, team building, trekking activities in beautiful natural surroundings close to pine forest. The lodge situated about 5km east off Maribaya waterfalls, another local tourist attractions close to the city of Bandung, and at an altitude of more than 1000m above sea level.

Beyond the pine forests around the Lodge, a vista of wonderful mountain scenery may be seen in every direction. Close to and below The lodge flows the upper Cikapundung river, on its way to Maribaya water falls, while the air in the locality is cool and fresh, with invigorating breezes.

The Lodge Maribaya is equipped to support a multitude of activities and will appeal to families, companies and

other groups. Adrenaline-pumping activities such as trekking through the forest, camping, flyng fox and fun games are but few examples. The location is also available for private parties such as weddings, birthday celebrations,social and other gatherings.

In addition to its beautiful scenery and natural surroundings, The lodge has providing sundanese traditional menu  "Dapur Hawu" and the other "The Pines" serving international light meals, coffee and tea.

Source: www.thelodgemaribaya.com

Masuk web The Lodge Bandung bikin saya kagum, web nya rapi dan sangat menarik begitu juga dengan fasilitas yang ditawarkan disana yang cukup banyak. Tetapi setelah jauh-jauh dari Bandung Selatan menuju Bandung Barat, saya mulai kecewa sedikit demi sedikit.

Pertama, saya pergi ke The Lodge Maribaya hari Minggu (weekend) dan di mana-mana macet termasuk jalan menuju kesana.

Kedua, karena kita (saya dan Sendy) sama-sama belum tau tempatnya jadi kita pakai maps dan jarak di Maps ngga begitu jauh, tapi jarak sesungguhnya lumayan jauh lho *yaiyalahyaaa.

Ketiga, jalanan menuju The Lodge Maribaya itu kecil pake banget dan jelek, juga menanjak dan turun gitu jadinya harus nunggu giliran sampai salah satu lajur jalan ada mengalah, jalur satunya bisa lewat. Kondisi ini terjadi di beberapa titik tapi lumayan banyak lah -_-

Keempat, saat sampai disana ternyata orang yang datang banyak sekali, banyaknya pake banget. Meskipun area parkir lumayan luas tetapi area The Lodge Maribaya nya sendiri cukup kecil untuk ukuran tempat wisata dengan pengunjung sebanyak itu.

Kelima, harga tiket The Lodge Maribaya weekend yaitu 25.000 rupiah per orang (sebelumnya saya liat pada postingan blogger lain HTM nya itu seharga 10.000 saja) tapi itu saya nya aja yang kurang fokus, mungkin HTM 10.000 untuk weekday sedangkan saya datang disaat weekend tepatnya dihari minggu saat kebanyakan orang sedang libur dan antriannya lumayan panjang, jadi siap-siap aja pegel. Dan ini diantaranya hanya ini yang bisa kita dapatkan disana:

Tiket masuk yang kita beli ternyata digantikan dengan gelang kertas. Unik.
THE LODGE MARIBAYA


Awal masuk pintunya saja sudah crowded. Penuh dan harus saling bagi jalan.
THE LODGE MARIBAYA


Setelah masuk, kita akan menyusuri tangga menurun seukuran pintu masuk tadi. Tangga nya entah kenapa kurang nyaman untuk ditapaki #halah. Pertama-tama setelah turun tangga akan disuguhkan deretan penjual makanan dalam bentuk warung-warung kecil terbuka. Menu nya standar jajanan seperti baso tahu dsb. Pada area ini, hampir disemua penjual penuh dan beruntung sebelumnya saya sudah jajan untuk mengganjal perut di area parkiran sebelum masuk ke The Lodge Maribaya.
Ps: kalau cari jajanan diluar area The Lodge, cari saja rumah-rumah warga yang berjualan. Makanannya yang ditawarkannya pun lumayan beragam.
Kembali ke The Lodge, Didalam terdapat beberapa area khusus bagi mereka yang akan camp baik dalam bentuk glamping ala villa maupun tenda. Kedua area tersebut terpisah dan berpagar kayu, tetapi kita masih bisa ngintip sedikit lol
THE LODGE MARIBAYA


Di The Lodge Maribaya kita ditawarkan 3 spot unik untuk mengambil foto-foto kekinian seperti sepeda gantung, dan ayunan yang semuanya dikenakan tarif 20.000 rupiah. Sebetulnya bukan harga yang jadi masalah, tapi ngantri nya sama kaya kita ngantri naik wahana di Dufan, bedanya wahana di Dufan bisa dinikmati cukup lama. Disini hanya untuk foto saja dan foto aja bayar terpisah dari tiket masuk -_-
THE LODGE MARIBAYA


Tenang, di The Lodge Maribaya kita pun masih bisa dapat foto gratis ko. Pengambilan angle fotonya memang harus pinter-pinter karena meskipun view yang disuguhkan sangat indah tetapi kalau orang didalamnya telampau banyak kadang-kadang saya sendiri pun suka bingung mau ngapain.
THE LODGE MARIBAYA

THE LODGE MARIBAYA

THE LODGE MARIBAYA

Paling utama nih, budaya kan mengantri dan harus pinter-pinter juga karena yang datang rombongan bareng geng nya lumayan bikin rese buat di tunggu in minta giliran foto (tips: kalau mereka-mereka kelamaan ambil fotonya, langsung aja serobot tempatnya untuk kita duluan yang foto hehe)
THE LODGE MARIBAYA


Dan hal yang paling disesalkan mengunjungi The Lodge Maribaya waktu kemarin adalah sama sekali nggak nemu tempat duduk saking penuh nya pengunjung dan terbatas nya tempat. Padahal saya datang jauh-jauh, masuk ke The Lodge pun perlu perjuangan naik turun tangga dan cuaca panas yang bikin kita pengen duduk. Kedua, toiletnya lagi rusak. Dan yang lainnya lagi adalah beberapa tempat yang masih dalam pembangunan sehingga pemandangannya agak tertutup huhu
THE LODGE MARIBAYA


Overall, tanpa bermaksud menjelekan The Lodge Maribaya. Saya hanya share pengalaman saya saat kesan dan mungkin pengalaman setiap orang akan berbeda. Bisa dibilang saya kapok hihihi bukan karena hanya mendapatkan pemandangan hutan pinus yang indah, udara yang panas dan rasa lelah yang lumayan awet apalagi ditambah macetnya perjalanan pulang menuju rumah lebih macet dari perjalanan saat berangkat. Tetapi lebih karena belum terbiasanya saya dengan kondisi tempat wisata yang ramai :(

Ps: Mungkin jika datang disaat weekday dan pagi hari hal-hal yang saya alami nggak akan terulang oleh kalian. Semoga^^



Thanks for stopping by^^ 
For any question or just wanna say hi to me 

You Might Also Like

0 komentar

2 Popular Posts

Like me on Facebook

Flickr Images

Subscribe